s u s a n 's site

Blog Entrysmoke please, hehehe....May 31, '08 11:08 AM
for everyone

memorian ah, ketika persis 4 tahun lalu di hari bebas tembakau sedunia 

31 mei, gw pernah iseng nulis artikel di koran tentang "rokok dan 

perempuan", sebuah opini tentang seorang perempuan dan rokoknya, dan 

bagaimana ia mau dunia mengertinya hehehe, pengalaman pribadi dan 

ungkapan hati di masa muda dulu hihihi...


enjoy..


susan

(yang lagi inget hari bebas tembakau sedunia..)


Rokok dan Perempuan

Oleh AMALIA SUSANTI


PENGANTAR: Mulai 4 Mei 2004, redaksi membuka rubrik MIMBAR. Rubrik ini 

memberikan tempat, kesempatan, dan motivasi bagi mahasiswa dan dosen 

untuk menulis tentang berbagai hal. Panjang artikel sekira 5.500 

karakter dan sebaiknya dilengkapi foto diri. Tulisan dapat dikirimkan ke 

Redaksi “PR” di Jalan Soekarno Hatta 147 Bandung, baik melalui pos atau 

e-mail (kampus@pikiran-rakyat.com).


PADA 31 Mei ini di seluruh dunia sedang berlangsung gerakan “Sehari 

Tanpa Tembakau”. Momen ini dapat dijadikan untuk perenungan problem 

klasik yang sampai sekarang masih sering disalahpahami, rokok dan 

perempuan. Melalui resolusi tahun 1983, organisasi kesehatan dunia (WHO) 

telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai hari bebas tembakau se-dunia. 

Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen 

per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini 

menurun sekitar 1,1 persen per tahun. Penelitian di Jakarta menunjukkan 

bahwa 64,8 persen laki-laki dan 9,8 persen perempuan dengan usia di atas 

13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar 

laki-laki dan 8,8 persen pelajar perempuan di Jakarta sudah merokok.


Rokok dan perempuan, hal ini telah mencakup semua permasalahan tentang 

gender, femininitas, kesehatan janin, kanker payudara, kanker rahim, 

penampilan diri, gengsi, gaya hidup, dan juga sampai kode etik. Masih 

tabunya perempuan merokok adalah sebuah problematika klasik. Dua hal 

penting masalah perempuan dengan rokok ialah dimulai dengan masalah 

kesehatan dan diakhiri dengan masalah ketidaketisan.


Dalam masalah kesehatan, banyak berita yang memaparkan tentang berbagai 

penyakit akibat kebiasaan merokok. Di antaranya, batuk kering, kanker 

paru-paru, kanker mulut, dan sebagainya. Merokok juga menimbulkan 

perasaan takut, gemetar, risau, bimbang, resah, melemahkan akal, 

mengurangkan nafsu makan, menguningkan wajah dan gigi, menyempitkan 

pernapasan, menjadikan manusia malas dan lemah, dll. Setiap kali kita 

menyalakan rokok, maka denyut jantung bertambah, kemampuan jantung 

membawa oksigen berkurang, HDL turun, dan menyebabkan pengaktifan 

platelet yaitu, sel-sel penggumpal darah.


Orang sering kali tidak mau berhenti merokok karena beralasan takut 

gemuk. Alasannya, ngemil sebagai pengganti rokok membuat berat badan 

bertambah. Namun mereka tidak menyadari bahwa risiko penyakit jantung 

akibat merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan. Seperti 

dikatakan Prof. Dr. Ali Khomsan Ms., Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi 

Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber daya Keluarga IPB, di Amerika Serikat 

pada dekade tahun 1960-an terdapat 34% perempuan perokok, dan pada 

dekade tahun 1990-an angka ini sudah turun menjadi 25%. Ali Khomsan 

menyebutkan, tanpa menjadi perokok pun perempuan sudah berisiko untuk 

menderita penyakit jantung yaitu ketika berhenti menstruasi. Penyakit 

jantung lebih berisiko bagi wanita yang telah mengalami menopause 

(berhenti menstruasi). Pada saat menopause, hormon estrogen menurun 

tajam dan peluang menderita penyakit jantung semakin meningkat. 

Mekanisme estrogen di dalam melindungi jantung adalah karena efek 

proteksi yang ditimbulkannya. Dalam buku “Heart Fitness for Life”, Mary 

P. McGowan MD., menuliskan bahwa estrogen akan meningkatkan kolesterol 

HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (jahat).


Untuk masalah ketidaketisan perempuan perokok adalah anggapan umum 

sebagian orang yang berpikiran tidak terbuka. Masyarakat masih 

menganggap perempuan yang merokok ialah perempuan nakal dan tidak baik. 

Seperti yang terdapat dalam buku “Hukum Merokok” oleh Syeikh Abu Bakar 

Jabir al-Jaza’lrly terbitan Pustaka Al-Mizan Kuala Lumpur, “Sebelum 

berlaku kerusakan budi pekerti di kalangan umat Islam, tidak pernah 

seorang wanita terhormat merokok. Sungguh kami pernah tinggal di Maroko, 

negara Islam, selama hampir tiga puluh tahun, kami tidak pernah melihat 

seorang wanita pun merokok kecuali wanita-wanita yang berada di lokasi 

pelacuran”.


Stereotipe seperti itu yang sudah umum di masyarakat, berarti masyarakat 

akan gampang untuk men-judge dan menunjuk langsung mana yang termasuk 

wanita pelacur dan mana yang bukan. Lantas, bagaimana dengan para 

pelacur yang ternyata tidak merokok dan tidak menyukai rokok? Lalu 

bagaimana dengan para wanita karier yang pintar, mandiri, independen, 

berprestasi, dan berpenghasilan jauh di atas rata-rata, tetapi sangat 

menggemari rokok?


Kita tidak dapat menggeneralisasi hal-hal seperti itu. Sifat, tabiat, 

isi hati, pengetahuan dan kapasitas otak, tidak bisa diwakilkan hanya 

dengan kebiasaan merokok semata. Justru kebiasaan masyarakat yang senang 

menggeneralisasilah yang harus dihilangkan. Ingat, setiap manusia adalah 

berbeda. Manusia adalah makhluk unik yang saling berbeda karakteristik 

dan sifatnya. Tidak bisa disama-samakan.


Masyarakat seharusnya berpikiran terbuka (open minded) dan tidak 

langsung menggeneralisasi bahwa perempuan yang merokok adalah perempuan 

yang tidak baik-baik. Perempuan yang merokok dapat juga berprestasi 

seperti perempuan yang tidak merokok. Atau mungkin bisa saja prestasi 

perempuan perokok dapat mengalahkan prestasi dari laki-laki, baik yang 

merokok maupun tidak. Seperti dalam pepatah, jangan menilai seseorang 

dari penampilan luarnya saja. Tetapi, lihat bagian “dalam”-nya. (Don’t 

judje a book by it’s cover).


Setiap orang yang merokok, baik laki-laki ataupun perempuan, pastinya 

mereka mengetahui dampak dan bahaya dari merokok. Mereka semua tidak 

bodoh, saat ini dapat dengan mudah mengakses bahaya-bahaya dari merokok, 

di majalah dan koran pun terpampang artikel-artikel tentang racun-racun 

yang terdapat dalam sebatang rokok. Bahkan dalam kemasan di seluruh 

jenis rokok di Indonesia selalu dicantumkan peringatan tentang dampak 

bahaya dan keburukannya


Tetapi, mengapa orang-orang tersebut masih tetap mempertahankan 

kebiasaan buruknya? Bukankah mempertahankan perbuatan yang sudah 

diketahui sebagai perbuatan buruk, tetapi masih tetap dilakukan adalah 

perbuatan orang yang bodoh? Akhirnya, kembali lagi kepada masing-masing 

individu. Setiap individu memunyai pilihan, hidup adalah pilihan.


Para perempuan perokok sudah memilih merokok sebagai gaya hidup mereka 

dengan segala bahaya dan risiko yang akan ditanggungnya sendiri. Yang 

berkeberatan dan tidak setuju dengan gaya hidup perempuan perokok hanya 

bisa mengingatkan dan membimbing, tidak berhak untuk melarang, menghina, 

menghujat, dan bahkan merendahkannya. Biar bagaimanapun para perempuan 

itu pada dasarnya adalah sama dengan perempuan yang lain, sama 

sensitifnya, sama-sama memunyai perasaan, mempunyai kebebasan bertindak, 

memunyai hak dan kewajiban. Toh yang menanggung segala macam bahaya dan 

penyakit adalah diri dan tubuh perempuan perokok itu sendiri. Orang luar 

sama sekali tidak merasakan dan tidak memunyai pengaruh mendalam 

terhadap segala efek-efek dari rokok.


Jadi jangan mencampuri urusan orang yang kalian semua tidak berhak atas 

diri orang tersebut. Biarkanlah orang yang merokok tersebut melakukan 

apa yang mereka inginkan dan mempergunakan hak hidup mereka dengan 

bebas, asalkan mereka tidak mengganggu kenyamanan hidup orang-orang di 

sekitarnya.


*** Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu 

Komunikasi Unpad


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
artisserbabiasa wrote on May 31
hey2... trus lu foto di koridor gedung 2 buat dikirim ke pr kampus, setelah ditelepon sama redakturnya... hehehe... dan gua juga bikin artikel gak mau kalah sama lo, dan dimuat!! horeee... jadi inget proses bikin artikel tentang euro cup itu... hehehehe
amaliasusan wrote on May 31
hehe, iya banget, difoto pake digicam nya dimek jelek..orang lain pada umumnya ngasi pasfoto biasa, tapi gw, hehe ngasi foto gaya dengan latar kampus...dan pil, hellow, siapa yang ngajarin proses bikin artikel eurocup itu yeee....hehe, nice memory....
artisserbabiasa wrote on May 31
yang pasti bukan sahala, kan gua belum dapet artikel, yang ngajarin ya yang punya kamar di sukapura, kan gua ngerjainnya disana... hahaha... dengan sangat tersiksa karena ada konsekuensi yang mesti gua dapetin sebelum artikel itu beres, hahahahaha...
youfy wrote on May 31
Orang luar

sama sekali tidak merasakan dan tidak memunyai pengaruh mendalam

terhadap segala efek-efek dari rokok.
bukankah orang luar yang mengirup asap rokok itu menjadi perokok pasif, dan konon jadi perokok pasif itu lebih bahaya daripada si perokok aktif itu? :D
amaliasusan wrote on May 31
dengan sangat tersiksa karena ada konsekuensi yang mesti gua dapetin sebelum artikel itu beres, hahahahaha...
waa, kalo bagian ini gw bener2 lupa pil, maklum faktor umur...waktu itu konsekuensi nya apa ya? bukankah feels free buat lo ngrjainnya, secara bukan tgs kul....hehe ingatkan gw lagi pliss, short term memory lost ni...
amaliasusan wrote on May 31
youfy said
bukankah orang luar yang mengirup asap rokok itu menjadi perokok pasif, dan konon jadi perokok pasif itu lebih bahaya daripada si perokok aktif itu?
hehe mbak, maka dari itulah, konon dikatakan bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada aktif. tapi sejauh ini, saya yang aktif dan bergaul dgn si aktif dan pasif, lebih ngliat di aktif lebih menderita... seperti kalo lari renang ngos2an, jantung dsb..tapi kalo pasif, cm denger2 deritanya aja mbak hehe... jadi yaaa ini fakta ini nyata ada disekitar kita..hehe numpang ngiklan periskop...
dimak wrote on Jun 1
cie, inget masa lalu ya..
dimak wrote on Jun 1
aku dimas loh
amaliasusan wrote on Jun 1
najis lo jijay mek....
gamasatria wrote on Jun 1
yang pasti bukan sahala, kan gua belum dapet artikel, yang ngajarin ya yang punya kamar di sukapura, kan gua ngerjainnya disana... hahaha... dengan sangat tersiksa karena ada konsekuensi yang mesti gua dapetin sebelum artikel itu beres, hahahahaha...
ilmu artikel-nya diturunin kanu ayeuna teu?
hakahkahakhak...
artisserbabiasa wrote on Jun 11
wah... kalau lupa yaudah gapapa... kalo diingetin malah bahaya... hahaha... enggak kok... nothing important...
artisserbabiasa wrote on Jun 13
ilmu artikel-nya diturunin kanu ayeuna teu?
hakahkahakhak...
geus jago gam... eta weh tempo tulisan2 di mpna... yahud, hehehehe
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help